Jual Mencit untuk pakan Reptil dan Burung Karnivora ( Jakarta Utara )

Harga mencit : Rp. 3.000,- per ekor ( Jumper usia sekitar 1 bulan )

Terinspirasi dari tayangan bosen jadi karyawan saya browsing di internet mencari usaha yang bisa saya jalanin. Saya cari usaha yang bermodal kecil, karena memang belum ada modal. Ketemulah satu situs yang menampilkan peternakan mencit. Saya baca ternyata cukup menarik, apalagi peluang usaha masih besar dan saingan masih sedikit. Mungkin penyebabnya banyak yang jijik dengan binatang satu ini. Awalnya sih ragu, takut Cuma buang-buang waktu dan uang doang karena bakal binggung mau dijual kemana. Ehhh setelah saya telusuri ke pasar pramuka ternyata penggemar reptil dan burung karnivora yang membutuhkan mencit cukup banyak. Dan ketika saya tanya salah satu penjual mencit disana ternyata benar peternakan masih jarang dan untuk mendapatkan mencit cukup sulit ditambah harganya pun yang semakin meningkat. Saya disarankan oleh penjual tersebut untuk menjadi peternak.

Awalnya saya hanya membeli lima ekor untuk coba-coba. Teryata cukup mudah memeliharannya, karena mencit mau makan apaaja jadi tidak repot untuk memeliharannya. Wadahnya pun hanya baskom atau ember saja. Dari lima ekor saya membeli beberepa ekor lagi lalu membeli beberapa ekor lagi. Dari bebrapa ekor yang saya beli ada yang melahirkan dan tumbuh besar hingga akirnya saya jadikan indukan. Akhirnya saya sudah mempunyai seratus lebih mencit indukan. Dari situ saya mulai berfikir untuk menjualnya.

Pemeliharaan mencit ini cukup mudah, hanya memberikan pakan tiga kali sehari dengan porsi yang sesuai dan membersihkan kandang seminggu sekali mencit tersebut akan sehat-sehat. Bila telat memberi makan akan berakibat fatal karena mereka akan saling menyerang yang kalah akan menjadi makanan yang menang. Bila jarang membersihkan kandang maka akan tercium bau yang sangat menyengat, karena kandang telah banyak bakteri dan jamur yang akan mengganggu kesahatan mencit tersebut. Agar tidak terlalu bau kandang diberi serbuk kayu yang untuk alas dia tidur dan pemberian sobekan kertas untuk sarang bagi betina yang melahirkan.

Pemasaran mencit ini gampang gampang susah. Saya menawarkan ke tempat penjual burung dan memberi no hp saya bila ada yang membutuhkan mencit. Lalu saya uga menawarkan ke petshop, dan memberi no hp saya bila pemilik petshop berminat untuk menjual mencit. Selain itu saya memasarkan melalui internet dan masuk ke situs jual beli dan situs pencinta reptil. Awalnya sih susah mendapatkan pelanggan tapi lama-lama lumayanlah buat nambahin isi kantong saya. Apalagi usaha ini tidak perlu ditungguin terus kok dan pemeliharaannya tidak banyak makan tempat.

Buat yang butuh mencit ukuran jumper ( usia 1 bulan ) lansung aja hubungin saya

Harganya  Rp. 3.000,- saja.

Alamat  :  Jalan Sungai Landak 005/008 No. 13 Kel. Cilincing Kec. CIlincing ( Patokannya sekolah MTS 05 dekat Kecamatan Cilincing )Kalo mau dikirim saya Cuma bisa wilaya Cilincing, Semper, Kelapa Gading, Sunter dan sekitarnya. Harga diatas belum biaya kirim, biayanya cukup ganti bensin aja kok.

Kalo agan datang ke rumah, pembelian minimal 5 ekor

Kalo dikirim ke rumah agan, pembelian minimal 10 ekor ( tambah gantiin uang bensin aye aja kok )

Pembelian diatas 50 ekor, harga bisa kurang

Kalo agan mau beli, sehari sebelum pembelian kasih kabar dulu biar aye siapan dulu

Toho       : ( 081389179357 )

By toho010607

lagu yang pas untuk pasangan beda agama

Gw salah satu dari penikmat cinta dari perbedaan agama:

gw punya beberapa lagu koleksi gw dan juga linknya yang menceritakan pedihnya kisah cinta beda agama:

1. marcel – peri cinta ( http://adf.ly/7s4kU )

 

By toho010607

Nikah Beda Agama

Seringkali kita lihat di tengah masyarakat apalagi di kalangan orang berkecukupan dan kalangan selebriti terjadi pernikahan beda agama, entah si pria yang muslim menikah dengan wanita non muslim (nashrani, yahudi, atau agama lainnya) atau barangkali si wanita yang muslim menikah dengan pria non muslim. Namun kadang kita hanya mengikuti pemahaman sebagian orang yang sangat mengagungkan perbedaan agama (pemahaman liberal). Tak sedikit yang terpengaruh dengan pemahaman liberal semacam itu, yang mengagungkan kebebasan, yang pemahamannya benar-benar jauh dari Islam. Paham liberal menganut keyakinan perbedaan agama dalam pernikahan tidaklah jadi masalah.

Namun bagaimana sebenarnya menurut pandangan Islam yang benar mengenai status pernikahan beda agama? Terutama yang nanti akan kami tinjau adalah pernikahan antara wanita muslimah dengan pria non muslim. Karena ini sebenarnya yang jadi masalah besar. Semoga bahasan singkat ini bermanfaat.

Pernikahan Wanita Muslimah dan Pria Non Muslim

Tentang status pernikahan wanita muslimah dan pria non muslim disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ

Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, Maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, maka janganlah kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka (wanita mukmin) tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. (QS. Al Mumtahanah: 10)

Pendalilan dari ayat ini dapat kita lihat pada dua bagian. Bagian pertama pada ayat,

فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ

Janganlah kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada suami mereka yang kafir

Bagian kedua pada ayat,

لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ

Mereka (wanita mukmin) tiada halal bagi orang-orang kafir itu

Dari dua sisi ini, sangat jelas bahwa tidak boleh wanita muslim menikah dengan pria non muslim (agama apa pun itu).[1]

Ayat ini sungguh meruntuhkan argumen orang-orang liberal yang menghalalkan pernikahan semacam itu. Firman Allah tentu saja kita mesti junjung tinggi daripada mengikuti pemahaman mereka (kaum liberal) yang dangkal dan jauh dari pemahaman Islam yang benar.

Penjelasan Ulama Islam Tentang Pernikahan Wanita Muslimah dengan Pria Non Muslim

Para ulama telah menjelaskan tidak bolehnya wanita muslimah menikah dengan pria non muslim berdasarkan pemahaman ayat di atas (surat Al Mumtahanah ayat 10), bahkan hal ini telah menjadi ijma’ (kesepakatan) para ulama.

Al Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Para ulama kaum muslimin telah sepakat tidak bolehnya pria musyrik (non muslim) menikahi (menyetubuhi) wanita muslimah apa pun alasannya. Karena hal ini sama saja merendahkan martabat Islam.”[2]

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Ayat ini (surat Al Mumtahanah ayat 10) menunjukkan haramnya wanita muslimah menikah dengan laki-laki musyrik (non muslim)”.[3]

Asy Syaukani rahimahullah dalam kitab tafsirnya mengatakan, “Ayat ini (surat Al Mumtahanah ayat 10) merupakan dalil bahwa wanita muslimah tidaklah halal bagi orang kafir (non muslim). Keislaman wanita tersebut mengharuskan ia untuk berpisah dari suaminya dan tidak hanya berpindah tempat (hijrah)”.[4]

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah mengatkan, “Sebagaimana wanita muslimah tidak halal bagi laki-laki kafir, begitu pula wanita kafir tidak halal bagi laki-laki muslim untuk menahannya dalam kekafirannya, kecuali diizinkan wanita ahli kitab (dinikahkan dengan pria muslim).”[5]

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Orang kafir (non muslim) tidaklah halal menikahi wanita muslimah. Hal ini berdasarkan nash (dalil tegas) dan ijma’ (kesepakatan ulama). Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, Maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, maka janganlah kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka (wanita mukmin) tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.” Wanita muslimah sama sekali tidak halal bagi orang kafir (non muslim) sebagaimana disebutkan sebelumnya, meskipun kafirnya adalah kafir tulen (bukan orang yang murtad dari Islam). Oleh karena itu, jika ada wanita muslimah menikah dengan pria non muslim, makanikahnya batil (tidak sah).[6]

Syaikh ‘Athiyah Muhammad Salim hafizhohullah dalam Kitab Adhwaul Bayan (yang di mana beliau menyempurnakan tulisan gurunya , Syaikh Asy Syinqithi), memberi alasan kenapa wanita muslimah tidak dibolehkan menikahi pria non muslim, namun dibolehkan jika pria muslim menikahi wanita ahli kitab. Di antara alasan yang beliau kemukakan: Islam itu tinggi dan tidak mungkin ditundukkan agama yang lain. Sedangkan keluarga tentu saja dipimpin oleh laki-laki. Sehingga suami pun bisa memberi pengaruh agama kepada si istri. Begitu pula anak-anak kelak harus mengikuti ayahnya dalam hal agama.[7] Dengan alasan inilah wanita muslimah tidak boleh menikah dengan pria non muslim.

Semoga dengan tulisan dengan sederhana bisa menyadarkan para remaja sekalian. Wallahu waliyyut taufiq.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.rumaysho.com

By toho010607

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

By toho010607